selamat datang di blog danangpras tempat wisata magelang terimakasih telah berkunjung

translate

Senin, 05 Oktober 2015

taman panca arga 1

Taman Rekreasi Panca Arga


















Panca Arga, merupakan nama perumahan yang diperuntukkan bagi para prajurit TNI-AD yang berkantor di Akademi Militer Magelang. Namanya berasal dari kata Panca yang berati lima, dan Arga yang berarti gunung. Sejalan dengan lokasinya yang berada di wilayah Magelang yang emang dikelilingi oleh 5 gunung. Bisa dibilang, Panca Arga adalah salah satu Perumahan dengan fasilitas terlengkap di Magelang, maklum, sebagai Perumahan yang dikelola langsung oleh TNI, perumahan ini diberi beragam fasilitas umum yang cukup lengkap, diantaranya adalah Tempat Ibadah (meliputi Masjid, gereja, dan Pura), Bank, ATM, Lapangan Sepak Bola, Lapangan Tennis, sampai taman rekreasi, sayang, masih belum ada fasilitas Bandara.

Nah, salah satu dari fasilitas umum yang menjadi khas perumahan Panca Arga adalah Taman rekreasinya, Nama Resminya Taman Rekreasi Panca Arga 1, merupakan taman rekreasi yang memang diperuntukkan untuk para penghuni perumahan yang memang semuanya merupakan keluarga militer, karena itulah maka tak heran jika di taman tersebut selain terdapat ayunan dan berbagai macam jenis permainan anak, juga terdapat tank-tank peninggalan jaman perang kolonial melawan Belanda dan meriam tempur yang digunakan saat perang kemerdekaan Indonesia. Sehingga selain bisa sebagai sarana hiburan dan refreshing, taman rekreasi ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk menanamkan jiwa kemerdekaan, nasionalisme dan rasa hormat terhadap para pejuang TNI yang gugur di medan perang untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.





Taman Rekreasi Panca Arga
Taman rekreasi Panca Arga difoto dari tepi Jalan Utama

Taman ini terkenal dengan nama lain Taman Tank, hal ini tentu karena keberadaan tank dan meriam tembak yang ada di taman ini. Total ada 1 satu tank amphibi dan 2 meriam tembak yang menghiasi taman ini.

Selain tank, satu lagi yang menarik dari Taman rekreasi ini adalah adanya Tugu penanda. Tugu penanda ini bentuknya mirip sekali dengan Monas yang ada di jakarta, sehingga tak jarang banyak orang menyebutnya sebagai Monas Taman. Tugu ini sejatinya merupakan tugu penanda dibangunnya taman ini. Kini fungsi tugu ini hanya sebagai penanda waktu melalui jam dinding yang dipasang di atas tugu tersebut.

Taman Rekreasi Panca Arga
Tank Amphibi PT-76 buatan Soviet yang digunakan TNI saat melawan Belanda 

Taman Rekreasi Panca Arga
Tugu penanda alias Monas Panca Arga

Adanya aneka permainan anak seperti ayunan, dan juga udaranya yang sejuk karena banyaknya pohon pinus dan mahoni juga lokasinya yang berada tepat di tepi aliran cabang kali manggis membuat taman ini menjadi andalan rekreasi dan tempat nongkrong oleh orang-orang penghuni Panca Arga maupun orang-orang di sekitar Panca Arga.

Taman Rekreasi Panca Arga
Kerindangan Taman rekreasi Panca Arga

Taman Rekreasi Panca Arga
Jalan Taman yang mulai rusak dan belum juga diperbaiki

Taman Rekreasi Panca Arga
Tempat sampah taman sumbangan dari Bank BRI cabang panca Arga

Taman Rekreasi Panca Arga
Beberapa buah kursi taman di sudut Taman rekreasi Panca Arga

Taman Rekreasi Panca Arga
Salah satu ayunan yang ada di Taman rekreasi Panca Arga

Taman ini mulai dibangun pada awal tahun 90-an (rampung pada tahun 1992) dan diresmikan tanggal 17 Juni 1992 oleh Mayor Jenderal TNI Toni Hartono, yang merupakan Gubernur Akmil saat itu. Taman Panca Arga ini sekaligus merupakan karya terakhir bagi Mayjen Toni Hartono sebagai Gubernur Akmil sebelum digantikan oleh Mayor Jenderal TNI Moch. Ma'ruf di tahun 1992.

Taman Rekreasi Panca Arga
Penanda peresmian taman rekreasi Panca Arga

Namun sayang seribu sayang, sebagai satu-satunya taman rekreasi di Panca Arga, taman ini kondisinya sangat memprihatinkan. Jalanannnya kini rusak parah, kursi tamannya pun mulai banyak yang rusak. Hal ini diperparah dengan aksi-aksi tak bertangggung jawab dari para pengunjung yang seenaknya mencorat-coret badan tank.

Taman Rekreasi Panca Arga
Mesin utama Tank yang sudah berkarat

Taman Rekreasi Panca Arga
Body samping tank yang penuh dengan coretan

Taman Rekreasi Panca Arga
Vandalisme parah di atas badan Tank

Bahkan yang lebih mengenaskan, dua meriam tembak yang ada di taman ini kini sudah tiada, karena keduanya kini dipindahkan ke sisi gerbang Pintu 1 dan Pintu 3 Panca Arga (Panca Arga punya akses jalan masuk melalui 3 pintu gerbang, yaitu Pintu 1, Pintu 2, dan Pintu 3).

Taman Rekreasi Panca Arga
Meriam tembak yang sudah dipindahkan ke sisi gerbang pintu 3

Taman Rekreasi Panca Arga
Bekas landasan meriam tembak yang kini kosong

Taman Rekreasi Panca Arga
Meriam tembak yang sudah dipindahkan ke sisi gerbang pintu 1

Taman Rekreasi Panca Arga
Bekas landasan meriam tembak yang kini kosong

Kini, hanya satu tank amphibi tinggalan belanda yang masih tersisa di taman ini. Itupun dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Body-nya sudah penuh dengan coret-coretan. Pun mesin-mesin dan onderdilnya sudah berkarat semua. Padahal waktu saya kecil, settingan ujung meriamnya masih bisa berfungsi dan bisa diputar atau dinaik-turunkan. 

Taman Rekreasi Panca Arga
Missil Tank yang kini sudah berkarat dan tak dapat digunakan

Lebih dari itu, Jeroan Tank kini tak ubahnya seperti tempat sampah, karena di dalam badan tank banyak sekali terdapat aneka sampah bungkus plastik yang dibuang sembarang oleh pengunjung.

Taman Rekreasi Panca Arga
Jeroan Tank yang penuh dengan sampah

Kini, walaupun kondisi taman ini tak seindah dulu, namun setidaknya masih banyak warga Panca Arga yang berekreasi di taman ini, yah untuk sekedar tongkrong, memadu kasih, atau hanya duduk-duduk sambil bermain ayunan dan menikmati jajanan yang dijual di depan Taman ini setiap sore harinya.

Sabtu, 03 Oktober 2015

punthuk sukmojoyo

Puntuk Sukmojoyo Sebuah Bukit yang terletak di ketinggian kurang lebih 1000 mdpl yang terletak di Dusun Krinjing,Desa Giri Tengah,Kecamatan Borobudur.Tempat yang baru mainstream padahal udah ada sejak lama.Cukup murah sih untuk tiket masuknya karena cuman di pungut biaya buat perbaikan fasilitas tempat wisata tersebut dan di pungut biaya parkir sebesar Rp.2000,saya saranin kalo mau kesana naik motor saja karena jalan yang sempit dan masih banyak jalan yang rusak dan tikungan tajam serta tanjakan yang tinggi. Ada dua jalan untuk perjalanan kesana Kalian Cari jalan menuju terminal Borobudur - Kearah Candi Borobudur di pintu masuk candi kalian menemukan pertigaan yang dikenal dengan pertigaan BU SUM - lurus ikuti jalan ke arah Majaksingi nanti ada perempatan sebelum SDN TUKSONGO 1 kalian ambil arah jalan ke kanan menuju perempatan Gunden Trus ambil Kiri arah jalan ke Balai Desa Giritengah.Rute jalan yang pertama dari Balai Desa Giritengah ambil arh ke kanan melewati Dusun Gedang Sambu kemudian ada pertigaan ambil kanan lurus terus udah ada petunjuk jalan tinggal kalian mengikutinyaRute jalan yang Kedua dari Balai Desa Lurus terus ada pertigaan belok kanan menuju Dusun Kamal lurus terus kalian tinggal mengikuti petunjuk jalan yang ada saja sungguhb pemandangan yg luar biasa saat berada disana ayo kawan semoga cepet kesini indonesia indah lohh sekalian ikut promosi pesona indonesia agar indonesia maju
foto saya saat sore hari melihat sunset

Jumat, 02 Oktober 2015

curug silawe




Curug Silawe Terletak di Dusun Kopeng Kulon, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran,magelang kabupaten, Propinsi jawa tengahCurug Silawe terletak di sebelah selatan lereng Gunung Sumbing di Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian 500 m dpl.   Curug yang berketinggian sekitar 60 m tersebut terdiri dari dua.  Yang pertama adalah yang berdebit air besar dan yang kedua berdebit kecil.  Untuk yang pertama sering disebut dengan Curug Silawe seakan-akan seperti Lawe (sarang laba-laba dalam bahasa Jawa).  Bagian bawah dari curug ini terdapat semacam kolam yang terbentuk akibat hempasan air dari atas tebing.  Di kalom ini pengunjung dapat bermain air karena memang tidak terlalu dalam airnya.

Sedangkan yang kedua disebut Curug Sigong.  Curug Sigong sendiri terletak di sebelah kanan ke arah hilir dari Curug Silawe dan memiliki ketinggian sekitar 150 m.  Dinamakan sigong karena dahulu kala pada malam-malam tertentu sering terdengar suara bunyi gong dari arah air terjun ini.  Untuk dapat bermain air disekitar limpahan dari air terjun Si Gong ini, pengunjung harus menyeberang aliran Silawe dan menaiki anak tangga kembali kearah kanan dari Silawe.

Kedua curug ini dikala musim kemarau tidak banyak airnya.
  Setiap sebelum bulan puasa dimulai, warga sekitar air terjun ini acapkali mengadakan ritual yang sering disebut “Ngloro Sengkolo”, dimana dalam ritual tersebut diharuskan membawa gunungan hasil panen milik warga setempat dengan cara diarak dari Lapangan Sutopati sampai Curug Silawe .  Dalam ritual ini selain untuk membersihkan diri baik batin maupun fisik juga menandakan rasa syukur kepada yang maha kuasa atas limpahan rezeki yang mereka terima dari hasil pertanian selama satu tahun.

Kamis, 10 September 2015

pemandian air hangat candi umbul


Umbul Temple, bathing area, 2014-06-20.jpg
Magelang, kota sejuk yang berada tengah Propinsi Jawa Tengah ini memiliki banyak situs warisan masa lalu. Seperti yang tersurat dalam sejarah, ratusan tahun lalu pada masa kerajaan Mataram Kuno, Dinasti Syailendra menjadi penguasa kawasan ini. Begitu banyak situs peninggalan bersejarah dari masa lalu. Diantaranya yang sudah terkenal, Candi Borobudur, Candi Pawon dan Candi Mendut. Namun terletak jauh di utara Magelang, terdapat situs lainnya yaitu pemandian Candi Umbul. Berada di desa Kertoharjo, kecamatan Grabag Magelang.
Hasil gambar untuk candi umbul

Candi Umbul tidaklah berbentuk sebuah candi pada umumnya, melainkan sebuah kolam pemandian air hangat kuno dari susunan batu andesit yang berada tak jauh dari tepian Sungai Elo. Kalau melihat lokasi geografisnya, agak aneh memang, di tengah² sawah di dataran rendah dan jauh dari gunung, ada sebuah mata air panas yang sudah ada sejak jaman dulu hingga sekarang. Disinilah letak keunikan dan daya tarik situs ini. Konon, Candi Umbul merupakan pemandian para keluarga kerajaan setelah melakukan ritual ataupun sekedar beristirahat. Beberapa patung dan batu berukir berjajar di pinggir kolam. Relief hewan, manusia dan tumbuhan menghiasi batu-batu di pemandian. Dinamakan Candi Umbul karena dari dasar kolam terdapat gelembung-gelembung udara yang menyembul ke permukaan. Orang Jawa menyebut gelembung yang naik itu “mumbul” dan tersebutlah istilah umbul. Air hangat di kolam ini mengandung kadar belerang yang relatif rendah. Banyak masyarakat percaya, mandi disini dapat menghilangkan penyakit kulit dan menyembuhkan rematik. Namun jangan lupa, kita harus percaya bahwa semua atas kehendak Yang Maha Kuasa. Waktu yang paling pas untuk menikmati hangatnya air Candi Umbul adalah pagi hari ketika kabut dan uap kolam bertemu, ketika matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya, ketika sebagian orang masih terkulai lemas di peraduan.

Sabtu, 05 September 2015

candi losari


Saat itu saya sedang bertanya dengan teman saya”eh sob daerah sini lokasi yang bagus mana ya tau gak” lalu dia jawab “tau bro  lokasinya di perempatan smk maarif salam itu lurus aja ke aras selatan pasti ketemu deh” dan saya pun berniat untuk mengunjunginya sejelasnya yaitu

Candi Losari adalah sebuah candi yang diduga dari agama Hindu, terletak Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi Losari ditemukan di tengah kebun salak ketika Badri, pemiliknya, menggali parit pada tanggal 11 Mei 2004. Di galian tersebut ternyata terdapat banyak batu candi. Badri, seorang guru SMP Negeri 12 di Kota Magelang, membawa pulang batu-batu tersebut dan menyusun lagi di halaman rumahnya. Penemuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan ekskavasi arkeologis dan rekonstruksi oleh pemerintah melalui Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah dan Balai Arkeologi Yogyakarta.

Kamis, 03 September 2015

gunung tidar


Gunung Tidar adalah gunung yang berada di tengah-tengah Kota  Magelang, Jawa Tengah. Gunung ini tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan militer karena banyaknya kegiatan Akademi Militer (Akmil) yang dilakukan di situ.
Gunung yang dalam legenda dikenal sebagai "Pakunya Tanah Jawa" ini terletak di tengah Kota Magelang. Berada pada ketinggian 503 meter dari permukaan laut, Gunung Tidar memiliki sejarah dalam perjuangan bangsa. Di Lembah Tidar itulah Akademi Militer sebagai kawah candradimuka yang mencetak perwira pejuang Sapta Marga berdiri pada 11 november 1957
Asal muasal nama Tidar sendiri banyak versi. Ada salah satu versi yang menyebutkan bahwa nama itu berasal dari kata “Mati dan Modar”. Jadi karena angkernya Gunung Tidar waktu dulu, maka kalau ada orang mendatangi gunung tersebut kalau tidak Mati ya Modar. Hanya butuh waktu kurang dari 30 menit untuk sampai di puncak Tidar. Secara umum, Gunung Tidar memang masih cukup alami. Banyak tanaman pinus dan tanaman buah-buahan tahunan seperti salak hasil penghijauan era tahun 1960an menjadikan Gunung Tidar sangat rimbun.
Beberapa saat menapaki jalanan setapak pendakian kita akan bertemu dengan Makam Syaikh Subakir. Konon Syaikh Subakir adalah penakluk Gunung Tidar (meski tidak ada bukti meyakinkan akan cerita legenda ini) dengan mengalahkan para jin penunggu Gunung Tidar tersebut. Menurut legenda (hikayat) Gunung Tidar, Syaikh Subakir berasal dari negeri Turki yang datang ke Gunung Tidar bersama kawannya yang bernama Syaikh Jangkung untuk menyebarkan agama Islam.
Tidak jauh dari Makam Syaikh Subakir, kita akan berjumpa dengan sebuah makam yang panjangnya mencapai 7 meter. Itulah Makam Kyai Sepanjang. Kyai Sepanjang bukanlah sesosok alim ulama, namun adalah nama tombak yang dibawa dan dipergunakan oleh Syaikh Subakir mengalahkan jin penunggu Gunung Tidar kala itu.
Situs makam terakhir yang kita jumpai sewaktu mendaki Gunung Tidar adalah Makam Kyai Semar. Namun menurut beberapa versi ini bukanlah makam kyai Semar yang ada dalam pewayangan. Tetapi Kyai Semar, jin penunggu Gunung Tidar waktu itu. Meski demikian banyak yang percaya ini memang makam Kyai Semar yang ada dalam pewayangan itu. Dan mana yang benar, adalah tinggal kita mau mempercayai yang mana.
Di puncak Gunung Tidar ada lapangan yang cukup luas. Di tengah lapangan tersebut terdapat sebuah Tugu dengan simbol huruf Sa (dibaca seperti pada kata Solok) dalam tulisan Jawa pada tiga sisinya. Menurut penuturan juru kunci, itu bermakna Sapa Salah Seleh (Siapa Salah Ketahuan Salahnya). Tugu inilah yang dipercaya sebagian orang sebagai Pakunya Tanah Jawa, yang membuat tanah Jawa tetap tenang dan aman.



punthuk situmbu


Punthuk Setumbu adalah sebuah bukit setinggi 400 m mdpl yang berada di sebelah barat daya Candi Borobudur, tepatnya di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Menikmati pagi di Magelang, jangan sampai kamu melewatkan indahnya pemandangan matahari terbit dari atas bukit ini. Cahaya keemasan menyiram deretan Candi Borobudur di kejauhan, membentuk siluet magis yang terselubung kabut